Bolehkah Membuat Foto Paspor Menggunakan Hijab?

Salah satu syarat saat akan pergi keluar negeri adalah kita harus memiliki yang namanya paspor. Karena paspor ini menjadi salah satu dokument yang wajib dimiliki oleh siapa saja yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. Baik itu anak-anak, remaja atau para orang tua. Semuanya harus memiliki yang namanya paspor. Prosedur untuk membuat sebuah paspor juga terbilang tidak terlalu rumit, asalkan anda sudah mengetahui mengenai persyaratan dan juga tata caranya. Berikut ini cara membuat paspor yang bisa anda simak :

  • Siapkan berkas atau dokument yang dibutuhkan asli dan foto copy , seperti akte kelahiran, surat nikah, surat baptis, ijazah terakhir ( pilih salah satu yang didalamnya memuat info mengenai nama lengkap, nama orang tua dan tanggal lahir?
  • Siapkan kartu keluarga dan e-ktp, serta paspor lama bagi yang sudah pernah membuat paspor, dan juga materai 6000
  • Datang sepagi mungkin kekantor imigrasi terdekat dengan menggunakan pakaian yang rapih.
  • Setelah itu anda bisa langsung mengisi formulir yang sudah disediakan dan mengambil nomor antrian untuk pemeriksaan berkas
  • Setelah berkas diperiksa anda akan diberi nomor antrian lagi untuk sesi wawancara, pengambilan sidik jari dan juga foto.
  • Kemudian petugas akan memberikan tagihan yang harus anda bayarkan ke bank yang sudah di tunjuk.
  • Untuk melakukan pengambilan paspor 3 hingga 5 hari saat jam kerja setelah anda sudah melakukan transaksi pembayaran. Jangan lupa juga untuk membawa bukti pembayaran.

Sangat mudah sekali bukan cara untuk membuat paspor. Asalkan anda memang sudah mengetahui prosedur dan persyaratannya. Selain itu jangan sampai ada berkas yang tertinggal. Karena bisa membuat pengajuan permohononan berkas anda di tolak. Lantas Bolehkah Membuat Foto Paspor Menggunakan Hijab?. Pastinya pertanyaan tersebut pernah terlintas di benak anda, terutama adalah para wanita muslim yang mengenakan jilbab. Sebenarnya untuk pengambilan foto paspor ini sudah ada ketentuan khusus, terutama adalah mengenai cara berpakaian dan juga atribut yang digunakan pada foto paspor tersebut. Berikut ini merupakan ketentuan dari tata cara berpakaian dan juga atribut yang dikenakan untuk melakukan seso foto pembuatan paspor, diantaranya yaitu :

  • Seragam

Untuk anda yang memiliki profesi seperi PNS, POLRI atau profesi yang lainnya, dilarang untuk menggunakan pakaian dinas saat akan melakukan sesi pengambilan foto paspor. Karena hal tersebut dilarang untuk semua jenis pakaian yang bisa dikategorikan sebagai seragam dinas.  Pakaian yang bisa anda kenakan adalah pakaian yang biasanya digunakan untuk sehari-hari, rapih dan juga terlihat sopan. Tidak harus mahal dan mewah.

  • Topi dan atribut kepala

Bagi anda yang sering menggunakan topi atau berbagai macam atribut kepala, sebaiknya untuk melepasnya terlebih dahulu saat akan melakukan sesi pengambilan foto.  Karena ketika akan foto untuk papsor, mengharuskan rambut atau garis rambut terlihat jelas pada seluruh wajah.

  • Pakaian keagaaman

Untuk masalah pakaian keagaaman sendiri memang memiliki pengecualian, karena tiak termasuk kedalam pakaian dinas atau seragam. Contohnya adalah bagi wanita muslim yang berhijab, mereka tetap bisa melakukan sesi pengambilan foto namun jangan sampai jilbab yang dikenakan tersebut menutupi garis rambut. Selain itu juga , pastikan kalau jilbab yang dipakai tidak menutupi bagian mata ataupun hidung, serta tidak membuat bayangan pada wajah.

  • Penggunaan kacamata

Sebenarnya untuk pengunaan kacamata sendiri tidak dilarang saat akan mengambil sesi foto. Namun yang dibolehkan adalah kacamata yang memang digunakan dalam kegiatan atau aktivitas sehari-hari.  Jangan menggunakan kacamata untuk sekedar bergaya.  Yaitu kacamata yang jernih sehinga mata juga tetap terlihat, dan lenca  kacamatanya pun tidak boleh berwarna gelap. Tapi jika menggunakan kacamata lensa yang berwarna karena ada masalah kondisi medis, maka anda harus menyertakan surat keterangan dari dokter.

Jadi setelah memahamai pembahasan diatas, kalau yang namanya menggunakan jilbab sesi foto pada paspor ini dibolehkan. Asalkan anda sudah mengetahui ketentuan atau persyaratan yang sudah di terapkan. Yaitu penggunaan jilnan tidka boleh menutupi wajah, dan juga tidak boleh menimbulkan bayangan pada wajah. Selain itu itu bagi yang memakai cadar bisa melepas cadarnya terlebih dahulu  saat akan mengambil sesi foto. Namun memang ada beberapa negara yang justru tidak boleh menggunakan hijab saat melakukan sesi wawancara, seperti di negara Islandari, Aljazair atau Swiss. Jadi mereka mau tidak mau harus melepas hijabnya terlebih dahulu saat akan mengambil sesi foto.

Selain itu hal lain yang perlu anda perhatikan saat sesi untuk pengambilan foto paspor adalah tidak boleh sama dengan pakaian yang digunakan pada saat foto paspor terdahulu. Hal ini berlaku untuk mereka yang dulunya pernah membuat paspor. Latar belakang atau background dari foto tersebut adalah berwarna putih. Jadi usahakan kalau pakaian yang anda kenakan jangan berwarna putih juga. Pilihlah pakaian selain berwarna putih. Wajah nantinya akan lurus kedepan, dengan mata yang terbuka dan juga ekspresi wajah netral atau tidka tersenyum.

Jadi memang untuk peraturan menggunakan hijab saat sesi foto sendiri sebenarnya tergantung dari kebijakan negara masing-masing. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kalau memang ada beberapa negara yang melarang menggunakan hijab ketika akan melakukan sesi foto. Namun untuk di Indonesia sendiri muslim yang mengenakan hijab tetap boleh melakukan sesi foto tanpa harus melepaskan hijabnya, dengan memperhatikan ketentuan atau persyaratan yang sudah di tentukan.

Lantas bagaimanakah dengan biaya yang nantinya harus kita keluarkan untuk proses pembuatan paspor tersebut. Berikut ini adalah rincian dari biaya yang harus di keluarkan saat akan pembuatan paspor, diantaranya yaitu :

  • Biaya untuk pembuatan paspor biasa 24 halaman yaitu Rp.155.000
  • Biaya untuk penggantian halaman yang rusak paspor biasa 24 halaman yaitu Rp.255.000
  • Biaya untuk penggantian paspor 24 halaman yang hilang yaitu Rp.255.000
  • Biaya untuk pembuatan paspor biasa 48 halaman yaitu Rp.355.000
  • Biaya untuk penggantian halaman yang rusak paspor biasa 48 halaman yaitu Rp.355.000
  • Biaya untuk penggantian paspor 24 halaman yang hilang yaitu Rp.655.000
  • Biaya untuk pembuatan paspor 48 halaman elektrnonik yaitu  600.000

Info atau berbagai macam ulasan yang sudah kami bagikan mengenai paspor ini semoga bisa bermanfaat dan juga semakin menambah wawasan bagi anda. Sehingga saat anda akan membuat paspor tidak perlu lagi merasa bingung. Terlebih lagi yang namanya paspor ini menjadi salah satu dokument penting dan wajib untuk anda miliki ketika akan melakukan perjalanan ke luear negeri. Selain itu sebaiknya untuk menghindari calo saat akan membuat paspor. Karena calo pastinya akan membuat isi kantong anda menjadi jebol. Urus saja sendiri pembuatan paspor miliki anda yang biayanya pasti lebih terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *