Kapan seseorang dikatakan obesitas?

Pernahkah Anda bertanya, kapan sih seseorang bisa dikatakan obesitas? apa saja kerugian dari obesitas? terus cara terbaik apa untuk menanganai obesitas? Apakah semua orang yang berbadan gemuk tergolong obesitas?

Tidak semua orang yang berbadan gemuk tergolong obesitas, postur tubuh yang terlihat gemuk tidak dapat dijadikan satu-satunya alasan seseorang dikatakan obesitas. Cara yang tepat untuk mengetahui seseorang mengalami obesitas atau tidak adalah dengan menghitung IMT. Batas IMT normal adalah kurang dari 25 kg/m2, apabila seseorang memiliki IMT lebih dari atau sama dengan 25 kg/m2 maka ia tergolong overweight, sedangkan apabila IMTnya lebih dari atau sama dengan 30 kg/m2 maka ia tergolong obesitas.

Apakah obesitas terkait dengan faktor genetik?

Zaman sekarang semakin banyak orang yang mengalami obesitas karena lingkungan yang mendukung kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori serta rendahnya aktivitas fisik. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa hasil studi menunjukkan bahwa terdapat gen yang dapat meningkatkan kebiasaan (makan lebih banyak, lebih cepat lapar, cenderung inaktif) atau perubahan metabolisme terutama pada metabolisme lipid. Akan tetapi perlu diketahui bahwa perubahan genetik sebagai respon terhadap perubahan lingkungan berlangsung sangat lama.

Kerugian apa yang akan dialami oleh seorang obes?

Overweight dan obesitas adalah faktor risiko untuk beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit jantung, stroke, kelainan pada otot dan sendiri (khususnya osteo atthritis), dan kanker .

Apa yang menyebabkan seseorang menjadi obesitas?

Pada dasarnya penyebab obesitas dan overweight adalah ketidakseimbangan energi, yaitu jumlah energi yang dikonsumsi lebih banyak dari energi yang dikeluarkan. Meningkatnya konsumsi makanan tinggi lemak serta menurunnya aktivitas fisik akibat pola hidup sedenter. cara menurunkan berat badan alami

Perubahan pola makan dan kebiasaan beraktivitas adalah hasil dari perubahan sosial dan lingkungan yang terkait dengan kebijakan di berbagai sektor, seperti kesehatan, pertanian, transportasi, lingkungan, pengolahan makanan, distribusi, marketing dan pendidikan .

Apa saja makanan yang tidak disarankan untuk orang yang mengalami obesitas?

Batasi konsumsi makanan tinggi energi, lemak jenuh (sosis, hot dogs, bologna, keju dan susu tinggi lemak, krim, butter, es krim, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit), lemak trans (margarin, donat, crackers,cookies, kentang dan ayam goreng), kolesterol (kuning telur, hati, udang), garam dan gula (sirup, minuman rasa buah, dan lain-lain) .

Contoh menu makanan sehat untuk orang yang mengalami obesitas?

Makanan yang baik untuk orang yang mengalami obesitas adalah rendah dairy products yang bebas atau rendah lemak, seperti yogurt, keju dan susu. Pangan sumber protein, seperti ikan, ayam tanpa kulit dan kacang-kacangan. Sumber karbohidrat seperti roti gandum, oatmeal, dan nasi merah. Buah dan sayur yang tidak diasinkan serta kacang-kacangan .

Adakah cara terbaik agar terhindar dari obesitas?

Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, kurangi asupan makanan tinggi lemak, terutama lemak jenuh, kurangi asupan gula dan garam, memantau berat badan, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur minimal selama 60 menit dalam sehari untuk anak-anak dan 150 menit dalam seminggu untuk orang dewasa. Aktivitas fisik dilakukan dengan intensitas moderat. Aktivitas fisik yang meliputi kekuatan otot dan keseimbangan dapat meningkatkan mobilitas tubuh, hal tersebut bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit serta mengontrol berat badan .

Apakah orang yang mengalami obesitas bisa kembali ke berat badan normal?

Untuk menurunkan badan, secara sederhana dilakukan pengurangan asupan energi sebanyak 500-1000 kkal per hari, hal ini bertujuan untuk menurunkan berat badan 1-2 pon per minggu. Pengurangan asupan energi 500-1000 kkal disebut sebagai diet energi rendah yang aman untuk dilakukan, meskipun proses ini akan memakan waktu yang lama. Cara lain untuk mengurangi asupan makanan adalah mengurangi porsi makan dan menimbang makanan setiap kali akan dimakan.

Orang yang ingin menurunkan berat badan dalam jumlah yang banyak (lebih dari 5% BB) disarankan untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas moderat selama 300 menit dalam seminggu. Kebiasaan atau gaya hidup sedenter juga harus diubah, memantau perkembangan dengan membuat rekaman atau catatan penurunan berat badan, meminta dukungan dari keluarga atau teman dekat.

Apabila program penurunan berat badan tidak berhasil dalam 6 bulan, obat-obatan seperti Orlistat dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi absorbsi lemak, namun penggunannya harus dikonsultasikan dengan dokter.

Orang yang mengalami obesitas ekstrim (IMT >40) dengan disertai sleep apnea dan diabetes tipe 2, dapat melakukan operasi. Operasi yang biasa dilakukan adalah gastroplasty dan Roux-en-Y gastric bypass. Kedua jenis operasi tersebut bertujuan untuk membuat kantung kecil (di lambung pada gostroplasty dan di usus pada Roux-en-Y gastric bypass), sehingga makanan yang dapat dicerna berkurang. Operasi tentu memiliki risiko, terutama defisiensi zat gizi mikro, dapat juga terjadi diare dan nausea .

Apabila seseorang mengalami obesitas sejak kecil, mungkinkah ia dapat mencapai berat badan normalnya pada saat dewasa?

Orang yang mengalami obesitas pada masa kanak-kanak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami obesitas. Anak-anak yang mengalami obesitas dapat terkena penyakit diabetes dan cardiovascular yang berhubungan dengan umur hidup yang lebih pendek serta ketidakmampuan (disability) ketika dewasa. Namun demikian memiliki berat badan normal pada saat dewasa bukan hal yang tidak mungkin dengan melakukan pola hidup sehat, perubahan perilaku, aktivitas fisik serta dukungan dari keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *